M-NEWS
Bahaya Mendiagnosis Gangguan Mental Tanpa Bantuan Ahli
byMUGOS TEAM
31th, Juli 2020
Comment
news



Dengan teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu dan semakin mudahnya mengakses suatu informasi di internet, kalian pasti setuju jika saat ini tidak sedikit dari mereka yang mengaku mengidap mental illness atau gangguan mental.

Jika lebih diperinci lagi, banyaknya orang yang mengaku mengidap mental illness sendiri sebenarnya berawal dari informasi yang mereka baca di internet tentang apa itu mental illness lalu mencocokkan gejala-gejalanya dengan apa yang mereka rasakan, parahnya kejadian tersebut tak jarang berakhir pada diagnosa jika diri mereka mengidap gangguan mental, hal inilah yang kemudian disebut dengan self diagnosis. 

Mendiagnosis kesehatan mental pada diri sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun menjadi berbahaya jika langsung menyimpulkan jika kita mengidap mental illness tanpa mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada seorang psikolog atau psikiater. Mengapa bisa demikian? hal ini disebabkan karena self diagnosis ternyata bisa saja menutupi simtom atau gejala lain yang sebenarnya tidak terlihat.

Dampak negatif lain dari self diagnosis adalah jika seseorang sudah mencapai titik yakin jika diri mereka benar-benar mengidap gangguan mental, sedangkan informasi yang mereka dapat bersumber dari internet yang belum tentu kebenarannya. Hal tersebut bisa bertambah parah jika cara menanganinya salah. Hal inilah yang sering menjadi alasan di balik maraknya kasus bunuh diri padahal sang pelaku tidak menunjukkan gejala-gejala gangguan mental sebelumnya. Lalu apa yang harus dilakukan?

Menurut kami tidak ada cara yang paling benar selain melakukan tindakan preventif atau pencegahan selagi diri kalian masih sehat. Ketahui dan pelajari apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya mental illness atau gangguan mental.

Namun jika kalian sudah merasa ada yang salah dengan kesehatan mental kalian, segera konsultasikan kepada ahlinya dan jadikan informasi yang kalian dapat dari internet sebagai media untuk menambah pengetahuan saja bukan untuk mendiagnosis diri. Bagaimana menurut kalian frentos?

Referensi : Youtube/Satu Persen
Foto via Halodoc.com