M-NEWS
Menelaah Penyebab Gagalnya Unai Emery di Arsenal
byMugos Team
2nd, Desember 2019
Comment
news


Unai Emery akhirnya telah resmi diberhentikan dari jabatanya sebagai kepala Arsenal pada (29/11). Kabar pemecatan Emery disampaikan secar langsung melalui halaman resmi klub. Performa jeblok yang ditampilkan oleh Arsenal sudah pasti menjadi alasan kuat dibalik pelengseran mantan pelatih PSG ini dari kursi kepelatihan Arsenal.

Menggantikan sosok pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger. Emery tidak mampu berbuat banyak untuk publik Emirats Stadium. Dari total rangkuman sepak terjang Emery selama melatih di klub asal London Utara tersebut, terdapat beberapa alasan yang disinyalir menjadi penyebab kegagalan Emery di Arsenal. Apa saja penyebabnya? Berikut adalah ulasannya :

LEPASNYA RAMSEY



Lepasnya Aaron Ramsey secara gratis ke Juventus tentuya tidak dapat diterima begitu saja oleh para fans Arsenal. Diawal kedatangannya ke Arsenal, Unai membiarkan seorang Jack Wilshere dan Theo Walcott pergi begitu saja dari Arsenal. Secara praktis menyisakan nama Aaaron Ramsey sebagai sosok paling senior dan berpengaruh di ruang ganti Arsenal.

Ramsey yang kontraknya habis awal musim lalu kemudian meminta perpanjangan kontrak dengan nominal gaji yang setara dengan Mesut Ozil. Hal tersebut sebenarnya wajar jika mengacu pada performa seorang Aaron Ramsey ditambah ia sudah berada diklub sejak lama dan memulai karirnya di klub Arsenal Junior.

Namun entah mengapa Unai yang sebenarnya telah mengetahui betapa besarnya pengaruh Ramsey di lapangan tengah dan diruang ganti Arsenal seakan tutup kuping dengan permintaan pemain asal Wales tersebut. Maka jangan salahkan Ramsey jika pada akhirnya ia menyetujui proposal yang datang dari Juventus. Seandainya Ramsey masih ada, Tentunya konflik dan polemik ban kapten yang terjadi di Arsenal saat ini bisa dipastikan tidak akan terjadi

KONFILK DENGAN PEMAIN



Entah apa yang menjadi alasanya, Pelatih asal Spanol ini seperti menunjukan sifat antipati terhadap Mesut Ozil. Ia beralasan jika Ozil tidak menunjukan effort dan kemampuan terbaiknya di sesi latihan sehingga posisinya harus digantikan dengan pemain yang telah berusaha lebih keras darinya. Sedikit aneh jika alasan tersebut dijadikan penyebab parkirnya Ozil dibangku cadangan dengan durasi waktu yang sangat lama. Emery seharusnya mengerti bahwa Ozil bukanlah bertipe petarung layaknya Lucas Torreira ataupun Granit Xhaka, hal tersebut bahkan telah dipahami oleh para pelatih Ozil sebelumnya.

Memarkir salah playmaker terbaik yang pernah ada dan juga seorang juara dunia tentunya bukanlah pilihan yang bijak. Terlebih Ozil adalah seorang pemain yang tidak pernah memiliki konflik dengan para pelatih yang pernah menanganinya. Hal tersebut kemudian diperparah dengan dipinjamkannya Henrikh Mikhtaryan ke kubu AS Roma. Alhasil tanpa dua playmaker terbaiknya apa yang didapat oleh Arsenal tak lain adalah minimnya kreatifitas dilini penyerangan. Pola serangan Arsenal yang terlalu random tersebut terlalu rentan untuk dicounter attack lawan. Dengan aktifnya seluruh gelandang yang secara seporadis membantu lini penyerangan, sudah pasti menyisakan lubang dilini tengah Arsenal, dan apa yang terjadi selanjutnya adalah kocar-kacirnya para bek Arsenal karena diekploitasi oleh para penyerang lawan.   

Buruknya hubungan Emery dengan para pemain senior Arsenal bahkan sampai ketingkat level tertinggi. Selain Ramsey yang lepas ke Juventus, Kapten Arsenal sebelumnya yaitu Laurent Koscielny juga memilih hijrah ke Liga 1. Sungguh sangat aneh jika seorang pemain paling senior di Arsenal yang notabenenya adalah kapten tim, akhirnya lebih memilih hijrah ke lIga Prancis yang sudah barabg tentu masih kalah prestisius dari liga Inggris.

BURUKNYA LINI PERTAHAN



Seharusnya Emery sadar betul jika lini terlemah yang dimiliki oleh Arsenal adalah lini pertahanan mereka. Lepasnya Koscielny akhirnya mengharuskan Arsenal merekrut David Luiz yang sayangnya sebelum ia bergabung dengan Arsenal, pemain tersebut sudah terkenal dengan blunder yang kerap ia lakukan. Tanpa David Luiz, Arsenal sudah memiliki nama Shokdran Mustafi yang bahkan fans Arsenal sendiri memintanya untuk segera angkat kaki dari Arsenal. Dengan bergabungnya nama David Luiz dilini pertahanan Arsenal sebenarnya hanya memperbanyak jumlah meme untuk Arsenal di dunia maya. Ditangan Emery, Arsenal benar-benar sering dijadikan bahan lelucon jika dibandingkan dengan para penghuni The Big Six lainnya.



Akhirnya yang paling mendapat imbas dari buruknya pertahanan Arsenal tidak lain adalah Sokratis Papastathopoulos. Seorang diri, Papa seperti kebingungan mengawal lini belakang Arsenal. Ia mungkin hanya bisa berharap agar Rob Holding selalu bisa tampil fit karena Calum Chambers yang sebenarnya bisa bermain baik di posisi tersebut kerap kali dipasang sebagai bek kanan.

Dengan komposisi pertahan yang begitu ekstrimnya dan meragukan Emery justru malah asik dengan memperkuat lini penyerangan. Betul memang jika Emery berhasil meramu lini penyerangan dengan cukup baik. Ia juga acap kali menemukan pemain muda berbakat seperti Gabriel Martinelli, Lucas Torreira, Matteo Guendozi dan keluarnya bakat besar yang dimiliki Dani Ceballos semuanya lahir dari tangan Emery. Namun tetap saja yang paling dibutuhkan oleh Arsenal adalah seorang Central Defender.