M-NEWS
Mengapa Biden Menganggap Zuckerberg Sebagai Sebuah Masalah?
byMUGOS TEAM
26th, Januari 2021
Comment
news



Jika Amerika diibaratkan sebagai sebuah kerajaan, maka sosok Mark Zuckerberg mungkin cukup pantas untuk menyandang gelar pangeran. Di usianya yang masih muda, Zuckerberg sudah memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi The Real Global Player.  


Sebuah pepatah kuno mengatakan jika ingin mengendalikan sebuah negara maka kendalikan lah media-nya, tapi lebih dari itu seorang Mark Zuckerberg saat ini sudah jauh melampaui hal tersebut, dengan Facebook yang sudah ia bangun, Zuckerberg adalah sosok pemimpin dari 2,7 miliar pengguna Facebook di seluruh dunia, lebih banyak dari jumlah penduduk AS yang berjumlah 300 juta Jiwa, angka pengguna Facebook di seluruh dunia bahkan dua kali lipat lebih besar dari jumlah penduduk Tiongkok. Dengan kekuatan dan posisi tawar sekuat itu, tak berlebihan rasanya jika Zuckerberg dianggap Sebagai sosok yang paling berpengaruh di AS Saat ini.

Apa yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, dengan kapasitas serta sumber daya yang ia miliki saat ini, ditambah dengan usianya yang masih tergolong muda, pernahkah terbesit di benak Zuckerberg untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS?

Pertanyaan tersebut muncul kepermukaan setelah di tahun 2017 silam Zuckerberg memutuskan untuk melakukan tour di AS, dalam sebuah pernyataan Zuckerberg mengatakan jika ia ingin bertemu dengan lebih banyak orang, khususnya warga Amerika Serikat.

“Berbicara dengan lebih banyak orang tentang bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka bekerja, dan apa yang mereka pikirkan tentang masa depan.” Terang Zuckerberg, mengutip dari bbc.com.

Sebagai seorang futurist pernyataan Zuckerberg tersebut terkesan normal-normal saja, namun sebagian orang kala itu menangkap hal tersebut sebagai sebuah indikasi jika Zukcerberg hendak mencalonkan diri sebagai Presiden AS di tahun 2020. Namun pada kenyataannya Mark terbukti tidak mencalonkan diri di pilpres AS tahun lalu dan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda jika founder Facebook tersebut akan terjun ke politik praktis.

Walaupun tidak telibat secara langsung dengan kebijakan politik Amerika, posisi Zuckerberg yang begitu kuat tentunya mengudang rasa khawatir bagi sebagian orang, alih-alih diharapkan muncul sebagai sosok superhero di masa yang akan datang, Zuckerberg justru malah dianggap sebagai sebuah ancaman.

“Facebook secara luas dianggap sebagai penjahat yang paling menonjol, di antara semua monopoli teknologi.” Terang Sarah Miller, Direktur American Economic Liberties Project yang secara kebetulan berada di tim transisi Biden.

Tahun lalu Biden sendiri secara terang-terang mengatakan jika ia bukan penggemar Facebook, sebaliknya Biden berkata jika Zuckerberg adalah masalah yang sesungguhnya. “Saya tidak pernah menjadi penggemar Facebook, seperti yang anda ketahui, saya tidak pernah menjadi penggemar berat Zuckerberg, dia adalah permasalahan yang nyata.” Terang Biden kepada The New York Times tahun lalu.

Biden menganggap jika Zuckerberg dan Facebook bisa menampung dan memberikan informasi yang palsu tanpa harus menanggung risiko, Biden kemudian menganalogikan hal tersebut dengan apa yang terjadi pada surat kabar jika melakukan hal yang sama, mereka akan digugat sedangkan Facebook tidak.

Biden beranggapan jika Zuckerberg seharusnya ikut bertanggung jawab atas tersebarnya berita palsu di Facebook selama ini. Menurut Biden, ada tanggung jawab perdata yang harus dihadapi oleh Zuckerberg karena membiarkan berita palsu tersebar di Facebook.

Joe Biden pada akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru, lalu mengapa pihaknya masih menganggap Zuckerberg sebagai sumber permasalahan, adakah dendam lama yang belum terselesaikan? Sepertinya memang demikian, pasalnya di pilpres  2016 silam, beredar informasi jika berita palsu yang tersebar di Facebook mempunyai peran dalam kemenangan Donald Trump. Kabar miring tersebut lalu dibantah oleh Zuckerberg yang mengatakan jika hal tersebut adalah sebuah kegilaan.

Meskipun tidak ada bukti valid untuk hal tersebut, Biden lagi-lagi sudah terlanjur menganggap Zuckerberg sebagai sebuah masalah. Andai mata uang krypto Facebook yakni DIem atau Libra mendapat respon positif dari publik, perseteruan Biden dan Zukcerberg pastinya akan masuk ke tahap selanjutnya, lalu siapa yang akan menang? tidak ada yang tahu.

Thumbnail via : freespeechdebate.com
sumber dan referensi : bbc.com