M-NEWS
Kisah Eminem yang Sempat Menjadi Korban Bulllying di Sekolah
byMUGOS TEAM
4th, Juni 2021
Comment
news


Jika Frentos adalah seorang rapper yang mempunyai karier kelas dunia dan diberi kesempatan untuk memilih siapa saja yang akan menjadi rival kalian, percayalah tidak memasukkan nama Eminem ke dalam daftar adalah hal pertama yang harus kalian lakukan.

Sebagai seorang musisi yang reputasinya sudah melegenda, Eminem justru tidak pernah kehilangan semangatnya untuk terus menciptakan karya-karya terbaik, tak peduli era sudah berganti, lagu-lagu dari Eminem selalu punya cara untuk mendapat atensi dan selalu berhasil membangkitkan semangat para pendengarnya. Itulah mengapa memilih Eminem sebagai lawan adalah sebuah keputusan yang buruk.

Para pemerhati hip-hop tentunya mengerti jika Eminem adalah seorang musisi sekaligus petarung, tidak hanya di atas panggung, Eminem bahkan sudah bertarung dengan kerasnya hidup saat ia masih kanak-kanak.

Sebelum menjadi sosok rapper yang disegani seperti saat ini, Mathers muda pernah menjadi korban dari tindakan bullying di sekolah. Kehidupan masa mudahnya jauh dari kata menyenangkan karena ia selalu diintimidasi oleh teman-temannya. Ia bahkan pernah koma selama satu minggu akibat tindakan tidak menyenangkan yang ia terima di sekolah.

Eminem pernah dihajar dua hari sebelum ulang tahunnya yang kesembilan, ia dihajar oleh seorang anak bernama D’Angelo Bailey sampai bibirnya pecah, Eminem bahkan sampai tak sadarkan diri.

Sebulan berselang, Bailey kembali mengganggu Eminem dengan melemparkan bola salju berisikan benda keras yang kemudian mematahkan hidungnya. Tak sampai di situ, Bailey melanjutkan aksinya dengan memukuli Eminem.

Yang paling parah Bailey pernah menghajar Eminem sampai ia mengalami luka parah di bagian kepala, wajah, punggung dan kaki. Tindakan tersebut bahkan sampai membuat Eminem gegar otak dan sempat kehilangan penglihatannya untuk sementara waktu.

Saat kejadian tersebut berlangsung, Eminem sedang berada di toilet sekolah, tak lama setelahnya Bailey datang dan langsung menghajarnya, Bailey lalu membenturkan kepala Eminem ke urinoir hingga mematahkan hidungnya, bajunya sudah dipenuhi oleh darah, namun Bailey tidak menghentikan aksinya, ia menarik Eminem dan mencekik lehernya, Eminem sempat memohon kepada Bailey namun Bailey terus mencekik Eminem.

Ibu Eminem yang murka lantas menuntut pihak sekolah dan sistem pendidikan di kota Detroit karena ia anggap telah gagal melindungi anaknya. Sayangnya tuntutan tersebut menemui jalan buntu. Eminem pada akhirnya lebih memilih untuk meninggalkan sekolahnya tersebut.

Memang tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Eminem kala itu, namun kejadian tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh Eminem. Ketika namanya sudah dikenal oleh dunia, semua terror dan siksaan yang ia terima dari Bailey ia tuangkan dalam lagu berjudul Brain Damage yang merupakan bagian dari album The Slim Shady LP.

Setelah lagu tersebut dirilis, Bailey kembali menjadikan Eminem sebagai target, kala ini Bailey menuntut sang rapper karena telah menyerang privasinya dan memfitnahnya sehingga menghambat kesempatannya untuk memulai karir rapnya sendiri. Bailey yang kala itu bekerja sebagai petugas kebersihan juga meminta uang kompensasi sebesar 1 juta USD.

Dalam gugatan tersebut, pengacara Bailey menulis, "Eminem adalah pria Kaukasia yang menghadapi kritik di industri musik karena ia tidak mengalami kesulitan, karena itu ia 'berpura-pura' di industri, Eminem menggunakan Bailey, teman sekolah masa kecilnya yang merupakan seorang Afrika-Amerika, sebagai pion dalam upayanya untuk membendung gelombang kritik."

Namun kabarnya gugatan yang diajukan oleh Bailey tersebut ditolak, salah satu hakim berkata jika Eminem menulis lirik lagu Brain Damage sebagai sebuah karangan atau cerita dan tidak ada orang yang mempercayainya sebagai sebuah fakta.

Source and reference :