M-NEWS
Anjing Ternyata Dapat Menghambat Penyebaran Virus Covid 19
byMUGOS TEAM
5th, Juni 2021
Comment
news


Kalian pastinya setuju jika semua orang saat ini sudah jenuh dengan segala hal yang berkaitan dengan virus Covid-19. Bagaimana tidak, virus yang pertama kali ditemukan di akhir tahun 2019 ini seolah-olah sedang memprogram ulang pola hidup manusia.

Permasalahannya adalah, semua aktivitas yang kita lakukan sehari-hari jadi selalu dihantui oleh keberadaan virus yang satu ini, alhasil banyak orang yang menjadi tidak produktif. Lebih dari itu, pergerakan serta interaksi kita jadi dibatasi.

Sebagai contoh, untuk dapat pergi ke tempat baru, kita harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu, hal tersebut memang harus dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, pertanyaannya adalah sampai kapan kita akan melakukan hal tersebut? bukankah ada biaya serta waktu yang terbuang untuk melakukan hal tersebut, adakah cara yang lebih mudah untuk melakukan hal tersebut?

Anjing mungkin bisa jadi jawabnya, karena sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan jika orang yang terinfeksi Covid-19 mengeluarkan aroma badan tertentu yang kabarnya bisa diendus oleh anjing hanya dalam hitungan detik.

Dengan kata lain, Anjing bisa ditempatkan di daerah-daerah tertentu seperti bandara atau pun tempat umum lainnya untuk mendeteksi orang yang terinfeksi virus Covid-19.

Mengutip dari American Lung Association, hal yang sama sudah dilakukan untuk mendeteksi mereka yang terkena penyakit paru-paru. Para ilmuwan bahkan sudah menggunakan anjing untuk mengendus beberapa penyakit seperti parkinson, kanker dan yang paling umum adalah diabetes.

Berbeda dengan manusia yang hanya memiliki 5-6 juta reseptor aroma, penciuman anjing jauh lebih tajam karena memiliki 300 juta reseptor aroma. Menurut Alexandra Horowitz yang merupakan peneliti Senior di Dog Cognition Lab, Barnard College, seekor anjing dapat mendeteksi satu sendok gula yang diencerkan dalam satu juta galon air, jumlah tersebut setara dengan jumlah air di dua kolam renang olimpiade.

Para peneliti juga mengungkapkan jika ketika seseorang terkena penyakit, orang tersebut cenderung mengeluarkan senyawa organik volatil (Volatile Organic Compound) yang bisa diendus oleh anjing tapi tidak bisa diendus oleh manusia.

Terkait dengan permasalahan virus Covid-19, Sebuah penelitian mengambil sampel keringat dari 177 orang yang diperkirakan terkena virus Covid-19 di lima rumah sakit berbeda di Paris dan Beirut. Para peneliti kemudian menggunakan sampel keringat tersebut untuk melatih 14 anjing, enam anjing yang terdiri dari 5 anjing Belgian Malinois dan 1 anjing Jack Russel Terrier diuji lebih lanjut.

Setelah melakukan puluhan percobaan, anjing-anjing tersebut memiliki tingkat keberhasilan sekitar 76 % hingga 100%. Bahkan dua anjing yang sudah pernah terlibat untuk mendeteksi penyakit kanker usus besar memiliki tingkat keberhasilan 100% dari 68 kali percobaan.

Di tempat yang berbeda, Riad Sarkis yang merupakan seorang peneliti dari Universitas Saint Joseph di Beirut melakukan uji coba dengan membawa dua anjing terbaik ke bandara Lebanon. Alhasil Anjing-anjing itu menyaring 1.680 penumpang dan menemukan 158 kasus positif SARS-CoV-2. Setelah dikonfirmasi, Sarkis menemukan jika anjing-anjing yang ia bawa dapat mengidentifikasi hasil negatif tanpa pernah melakukan kesalahan dan berhasil mendeteksi kasus positif dengan akurasi kebenaran sebesar 92%.

Itu artinya penciuman anjing yang begitu superior dapat digunakan untuk memperlambat penyebaran virus Covid-19. Bagaimana menurut Frentos?

Photo : Taylor Kopel on Unsplash