M-NEWS
Sepak Bola Lagi-Lagi Berjibaku dengan Masalah Rasisme
byMUGOS TEAM
4th, Mei 2021
Comment
news


Beberapa akun resmi olahraga dunia beberapa waktu yang lalu mengambil sebuah langkah dengan tidak melakukan update hasil pertandingan di akhir bulan April kemarin, aksi pemboikotan sosmed tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap tindakan rasisme yang kembali terjadi di sosmed beberapa waktu yang lalu.


Tak main-main mereka yang melakukan aksi tersebut berasal dari organisasi-organisasi besar yang mana di antaranya adalah Union of European Football Associations (UEFA), English Premiere League, dan Women's Super League. Bahkan tim sepak bola kenamaan asal Inggris seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea dan yang lainnya ikut mengambil langkah yang serupa.


Mengutip Dari Kompas, aksi pemboikotan sosmed tersebut mereka lakukan selama empat hari dari mulai 30 April hingga 3 Mei kemarin. Tidak hanya sepak bola, aksi tersebut juga mendapat dukungan dari cabang olah raga lain seperti Rugby Players' Association, British Cycling, Professional Cricketers' Association, dan British Horseracing hingga ajang balap Formula 1.

Permasalahan rasisme di sepak bola sendiri seolah menjadi permasalahan yang tak kunjung usai, korbannya jelas adalah para pemain berkulit hitam, ironisnya perlakuan yang mereka terima kerap kali berasal tindakan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, hanya sebatas pada buruknya performa mereka di lapangan, hanya karena tim yang mereka bela menuai kekalahan, namun jika menyasar dan berujung pada penghinaan warna kulit, hal tersebut jelas tidak masuk akal dan tidak akan pernah bisa dibenarkan.

Korban terbaru dari tindakan rasisme di sepak bola adalah tiga pemain Liverpool yakni Naby Keita, Sadio Mane dan Trent Alexander Arnold. Ketiganya menerima tindakan rasisme karena diklaim sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan Liverpool dari Real Madrid di Liga Champions. 

Beberapa orang yang kesal dan marah akhirnya melakukan serangan berbau rasisme di media sosial. Naby Keita misalnya, pasca kekalahan tersebut kolom komentar dari akun instagram Keita dipenuhi oleh emoji pisang dan monyet. Keita dan dua rekannya mungkin bermain tidak memuaskan, lantas kenapa warna kulit yang menjadi sasarannya?

Menanggapi permasalahan tersebut Liverpool menghimbau kepada semua pihak untuk segera berhenti melakukan aksi tidak terpuji tersebut, Liverpool bahkan mengatakan jika hal tersebut sebagai sesuatu yang menjijikan.

Apa yang diungkapkan oleh Liverpool jelas ada benarnya, sebagai salah satu industri terbesar di dunia, sepak bola yang memajang kata sportivitas dan fair play di etalase utama mereka seharusnya menyadari jika tidak ada ruang bagi rasisme untuk bisa bernafas di sepak bola dan hal ini perlu disadari oleh semua pihak yang terkait di dalamnya. Semoga kasus ini menjadi yang terakhir dan let’s kick it out of football.

Photo by Joshua Hoehne on Unsplash